Latest News

Featured
Featured

Christmas

Unik

Video

Tutorial

Recent Posts

Jumat, 25 November 2016

Kelahiran Yesus: Kelahiran Dari Perawan

Pernyataan Injil Matius dan Lukas bahwa Yesus lahir dari --> Maria tanpa campur tangan pasangan manusia. Kehamilan Maria adalah karena --> Roh Kudus (Mat. 1:18; Luk. 1:35). Penulis-penulis terdahulu dalam PB ( --> Markus dan Paulus) tidak mengenal kehamilan perawan seperti itu, maka dikemukakan bahwa cerita-cerita itu adalah suatu --> midras dari Yes. 7:14 dalam -->LXX, yang membuatkan suatu kelahiran dari seorang perawan (dalam bahasa Yunani).

Kata Yunani parthenos digunakan untuk menerjemahkan kata almah dalam bahasa Ibrani, yang berarti 'perempuan muda'; terjemahan Yunani itu diikuti oleh berbagai terjemahan bahasa lain. Dalam bahasa Indonesia TB menerjemahkan Yes. 7:14 dengan 'perempuan muda', dan Mat. 1:23 dengan 'anak dara' sesuai Yunaninya, parthenos, sebagai kutipan dari LXX (bnd. terjemahan-terjemahan bahasa Inggris).

Pada abad kedua M, penyanggah Yahudi yang kontroversial, Trifo, menyatakan bahwa kata Ibraninya tidak berarti 'perawan'; Yes. 7:14 menunjuk pada kelahiran biasa dari -->Hizkia. Memang LXX tidak disukai orang Yahudi yang berbahasa Yunani, yang berpihak pada terjemahan harfiah oleh -->Akwila pada awal abad kedua M.

Kemudian lagi, pada abad kedua filsuf kafir Celsus mengemukakan bahwa ayah Yesus adalah Pantera, seorang prajurit Roma.

Oleh karena penelitian historis tidak dapat memastikan kebenaran dan ketidakbenaran berita-berita Injil, maka argumentasi teologi yang dikemukakan. Yang menguntungkan --> doktrin tradisional adalah pemikiran bahwa tepatlah berita Injil itu sebagai alat yang dipakai Allah untuk memotong garis kemanusiaan lama yang berdosa dengan memulaikan suatu kemanusiaan baru yang murni dalam Yesus. Kelahiran Yesus yang luar biasa menjadi tanda dari keadaan ilahi Yesus.

Pada lain pihak, beberapa ahli teologi modern menyanggah bahwa kemanusiaan Yesus cacat, karena dengan hanya satu orangtua tidak mungkin Yesus manusia sepenuhnya. Kalau Yesus diberi kromosom luar biasa, yang khusus diciptakan Allah bagi-Nya, tanpa nenek moyang manusia, bagaimana ia adalah keturunan manusia dari garis rumah --> Daud (Mat. 1:17, 20; Rm. 1:3)?

Yg dimaksudkan oleh golongan Protestan dengan 'lahir dari anak dara Maria' ialah 'dikandung oleh anak dara (Maria)'. Golongan Katolik mempercayai dua hal, yaitu 'dikandung oleh anak dara (Maria)' dan 'dilahirkan secara mujizat oleh anak dara (Maria)'. Maksudnya, bayi Yesus keluar dari rahim Maria dengan suatu cara -- sedemikian rupa -- sehingga Maria secara medis tetap tinggal dara. Pikiran ini terdapat dalam Protevangelium of James (bg akhir abad 2) dan menjadi ajaran resmi sebagai bagian dari ide yg mengatakan bahwa Maria tetap dara untuk selamanya.

Pemikiran itu perlu diuji dengan kutipan Lukas, 'Semua anak laki-laki sulung', (Luk 2:23) yg arti harfiahnya ialah 'yg pertama merobek rahim ibu'. Juga perlu diuji dengan ucapan Matius, bahwa Yusuf 'tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki... Yesus' (Luk 1:25), yg agaknya membatalkan pandangan, bahwa Yusuf dan Maria selanjutnya menahan diri dari persetubuhan pernikahan yg biasa. Dalam pokok ini 'lahir dari anak dara (Maria)' dipakai sebagai padanan untuk 'dikandung oleh anak dara (Maria)'.

Kedua berita tentang kelahiran Yesus dalam Mat dan Luk jelas terpisah satu dari yg lain. Dan keduanya mencatat bahwa Yesus lahir melalui pekerjaan langsung Roh Kudus tanpa seorang bapak manusia (Mat 1:18-25; Luk 1:34). Andai bukan karena mujizat yg terkandung di dalamnya, setiap orang akan menerima berita itu sebagai berita biasa.

Masih ada lagi bukti dalam kitab PB lainnya yg menopang kutipan Lukas dan ucapan Matius itu. Walaupun seseorang tidak senantiasa mengatakan langsung apa yg dipercayainya, namun imannya terungkap melalui perubahan ungkapan yg dipakainya. Maka berita kelahiran alpa dalam Mrk, karena kitab itu mulai di mana pengkhotbah-pengkhotbah Kis mulai, yakni pembaptisan oleh Yohanes. Namun dalam 6:3 hanya Mrk dari Kitab-kitab Sinoptik yg mengutip para penentang yg mengatakan, 'Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria...?' Tapi sebaliknyaMat 13:55 berkata 'anak tukang kayu', danLuk 4:22 berkata 'anak Yusuf'.

Injil Yoh juga memulai cerita pelayanan Kristus di bumi ini dengan Yohanes Pembaptis. Kemudian menyusul desas-desus yg mengatakan bahwa kelahiran Yesus adalah haram, seperti terungkap dalam 8:41, 'Kami (menekankan kata ganti diri dan kedudukan) tidak dilahirkan dari zinah'. Ada juga bacaan yg diterima oleh beberapa penulis Kristen sejak Tertulianus, dan oleh Douglas Edwards dalam bukunya The Virgin Birth in History and Faith, tapi tetap kurang meyakinkan. Bacaan ini terdapat dalam naskah Latin Verona, mengenai Yoh 1:13, yg mempunyai bentuk tunggal, 'orang yg diperanakkan bukan dari darah, bukan pula secara jasmani, melainkan dari Allah'. (Tak ada naskah Yunani yg berkaitan dgn bacaan ini.)

Paulus, teman Lukas, memakai bahasa yg mengandung pengakuan akan kelahiran dari anak dara. Jika membicarakan kedatangan, yaitu kelahiran Yesus Kristus, Paulus memakai kata kerja umum, yaitu ginomai, bukan gennao; kata yg terakhir ini cenderung mengaitkan peranan suami (ump Rm 1:3; Flp 2:7). Hal ini khas ditunjukkan dalam Gal 4:4, 'Allah mengutus AnakNya, yg lahir (genomenon) dari seorang perempuan'. Sebaliknya dalam 4:23 Ismael 'diperanakkan', gegennetai (dari gennao).

Tafsiran yg sehat atas 1 Kor 15:45-48 ialah melihat Adam dan Kristus datang secara mujizat dari tangan Allah. Ireneus menghubungkannya dengan kelahiran dari anak dara.

Mendiamkan ihwal kelahiran dari anak data, pada satu sisi bisa saja dimaksudkan untuk menjaga nama baik Maria dari pergunjingan. Lagipula jarang sekali pengkhotbah masa kini menyinggung kelahiran dari anak data dalam khotbah-khotbah mereka, kendati mereka sering membicarakan inkarnasi Kristus. Sesudah thn 100 M kelahiran dari anak dara diterima oleh Ignatius, Aristides, Justinus, Ireneus (lih di atas) dan yg lain-lain.

Sekalipun beberapa ahli meminta perhatian kepada variasi-variasi dalam beberapa naskah, yg kurang mendapat dukungan, tapi tidak satu pun dari variasi itu yg menghilangkan uraian tentang fakta kelahiran dari anak data.

Secara teologis pernah dipersoalkan bahwa alasan untuk memberikan gelar 'Anak Allah' dalam Luk 1:35, tak dapat dicocokkan dengan pengertian Anak Allah yang Kekal dalam Surat-surat Kiriman. Pemikiran ini didasarkan pada anggapan, bahwa kepada Maria dan Yusuf telah diberikan pernyataan teologis seutuhnya. Anggapan demikian tidak beralasan. Kedua catatan itu menyajikan isi dari berita yg diberitakan kepada mereka, yaitu Maria akan menjadi ibu dari Mesias yg dijanjikan, Anak Allah dan 'Allah menyertai kita'. Kenyataan bahwa Matius dan Lukas di sini tidak merujuk kepada teologi pada masa kemudian, menjadi bukti bagi keaslian berita-berita mereka.

Pertimbangan-pertimbangan genetika -- proses terjadinya manusia dalam rahim -- dapat digunakan namun hati-hati, untuk menunjukkan bahwa inkarnasi Yesus mengharuskan adanya kelahiran dari anak dara. Jika jabang bayi yg hadir di kandungan Maria adalah hasil dari perbuatan Yusuf dan Maria, maka dari awal telah terjadi seorang manusia yg secara potensi utuh. Allah tidak dapat menjadi manusia demikian, tapi dapat melalui cara tertentu memilih untuk meleburkan diriNya dengan manusia tadi (demikian ajaran Nestorius), atau, Allah harus merasa puas dengan memenuhi manusia tadi itu secara rohani, seperti Roh Kudus memenuhi orang-orang kudus zaman kuno.

Tak satu pun dari pikiran ini yg cocok dengan catatan Alkitab.

Justru kelahiran dari anak dara itu baiklah dinalar dengan taat asas kepada data-data sesuai catatan Alkitab.

Kamis, 24 November 2016

4 Hal Bagaimana Terjadi Terobosan Ilahi

Dalam Kisah Para Rasul 3:1-26, Petrus dan Yohanes mengalami terobosan yang luar bisa dalam pelayanan mereka. Petrus dan Yohanes mengalami terobosan ilahi. Pelayanan mereka mengalami terobosan dalam mujizat dan dalam hal jumlah orang percaya yang makin bertambah. Semua karena adanya terobosa ilahi.

Tuhan mau kita mengalami terobosan dalam kehidupan kita. Terobosan akan membuat kehidupan kita bergairah dan penuh semangat.

Bagaimana Terobosan Ilahi terjadi? Saat ini kita akan belajar bersama tentang 4 hal tentang Terobosan Ilahi:

1. Terobosan Ilahi terjadi karena ada persekutuan ilahi (ayat 1-3)

Petrus dan Yohanes memiliki persekutuan doa dengan Tuhan. Mereka datang ke Bait Allah untuk berdoa. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa gaya hidup gereja mula-mula adalah berdoa. Pada saat murid-murid Yesus berdoa lah, Roh Kudus dicurahkan atas mereka. Sejak pencurahan Roh Kudus, jumlah orang percaya kepada Yesus bertumbuh dengan pesat. Itu merupakan terobosan ilahi. Persekutuan ilahi ini adalah persekutuan semua orang percaya dengan Tuhan. Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa 2-3 orang berkumpul dalam Nama Yesus, maka Tuhan Yesus hadir di tengah-tengah mereka.

Dari sini kita dapat belajar bahwa pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan mau kita bersekutu denganNya di dalam doa.

Tuhan Yesus masih menjawab doa kita. Dia mau meberikan terobosan kepada kita. Itu sebabnya Tuhan mau kita memiliki persekutuan ilahi.

Terobosan Ilahi terjadi karena adanya persekutuan doa dengan Tuhan

2. Terobosan Ilahi terjadi karena ada rencana ilahi (ayat 1-10)

Adalah kehendak Tuhan, Petrus dan Yohanes datang ke Bait Allah dan bertemu di Serambi Salomo dengan seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya.

Menariknya, ternyata dulu Yesus dan murid-murid pernah ada di Serambi Salomo ini. Yesus dan murid-murid berkali-kali datang ke Bait Allah. Namun Tuhan Yesus tidak pernah mendatangi orang lumpuh itu untuk menyembuhkannya. Berarti, dalam rencana Tuhan, orang lumpuh itu disembuhkan melalui pelayanan Petrus dan Yohanes. Jauh sebelum terobosan ilahi terjadi dalam pelayanan Petrus dan Yohanes, Tuhan Yesus sudah merencanakan terobosan ini.

Tuhan mengasihi kita dan merencanakan yang terbaik untuk hidup kita. Ia ingin memulihkan hidup kita. Rencana Tuhan tidak pernah gagal. Dialah Yesus Tuhan dan Juruselamat kita.

Terobosan Ilahi terjadi karena ada rancangan Tuhan bagi hidup kita.

3. Terobosan Ilahi terjadi karena adanya pemberian Ilahi (ayat 11-26)

Petrus dan Yohanes memberikan pemberian ilahi yaitu Nama Yesus Kristus. Ada kuasa dalam nama Yesus. Dengan kuasa Nama Yesus, orang lumpuh itu dapat berjalan.

"Emas dan perak tak kupunya. Demi nama Yesus orang Nazareth itu, berjalanlah!" Ini menunjukkan bahwa Petrus memiliki pemberian ilahi.

Petrus dan Yohanes sepakat dan percaya bahwa bukan karena kesalehan mereka, atau kemampuan mereka, atau kebenaran mereka, tetapi karena kepercayaan kepada berita Injil lah yang menyembuhkan laki-laki itu. Injil itu kabar baik, karena berita utamanya tentang kasih Allah yang besar kepada manusia, melalui karya penebusan Kristus, untuk menebus dosa manusia dan menyelamatkan kita manusia. Injil adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan.

Semua karena pemberian Tuhan kepada mereka. Itulah kasih karunia. Kasih karunia adalah sesuatu yang tidak layak kita dapatkan namun diberikan kepada kita secara cuma-cuma dan tanpa syarat.

Anugerah Tuhan merupakan kebaikan Tuhan yang diberikan kepada kita, sekalipun kita tidak layak menerimanya, tetapi diberikan kepada kita sebagai hadiah. Pemberian Allah bagi kita umat manusia adalah AnakNya yang tunggal. Itulah Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus menebus dosa kita dan menyelamatkan kita. Itu bukan hasil usaha kita. Itu merupakan anugerah Tuhan. Itulah Injil.

Terobosan Ilahi terjadi karena adanya pemberian Ilahi

4. Terobosan Ilahi terjadi karena ada dalam waktu ilahi (ayat 19-26)

Tuhan mendatangkan waktu kelegaan bagi kita dan di zaman kita ini adalah zaman anugerah. Zaman untuk mengalami pertolongan Tuhan. Ini masanya kita mengalami penggenapan nubuatan firman Tuhan. Di masa kitalah, Tuhan mewariskan penggenapan nubuatan dan berkat perjanjian yang baru.

Sekarang merupakan saatnya Tuhan untuk menyatakan kebaikanNya.

Terobosan Ilahi terjadi karena ada dalam waktu ilahi

Kesimpulan:
Terobosan Ilahi terjadi karena ada persekutuan ilahi, rencana ilahi, pemberitaan ilahi, dan waktu ilahi


Senin, 31 Oktober 2016

Renew A Right Spirit Within Me

Renew a right spirit within me. — Psalm 51:10

Sabtu, 15 Oktober 2016

Sukar Bagimu Menendang Ke Galah Rangsang

“Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.” (Kis 26:14).

Perkataan "sukar bagimu menendang ke galah rangsang" ini adalah perkataan Tuhan Yesus kepada Saulus.

Arti dan Maksud “Menendang Ke Galah Rangsang"

Kalimat "menendang ke galah rangsang" adalah pepatah Yunani yang berarti “melawan yang ilahi” atau “melawan takdir”.

Nah, Galah Rangsang itu sendiri adalah tongkat yang ujungnya runcing dan tajam yang dibuat untuk mengarahkan binatang peliharaan (kebanyakan untuk lembu, sapi, keledai, gajah) agar tetap berjalan / bekerja sesuai yang diinginkan oleh pemiliknya. Ujung tongkat yang tajam biasanya dibuat dari besi. Umumnya alat ini digunakan pada saat membajak, membawa beban berat, menarik benda berat, memindahkan barang, ataupun saat mengadakan perjalanan.

Gambaran yang diberikan disini berkaitan dengan “menendang ke galah rangsang” adalah seperti tindakan lembu yang menendangi tongkat yang ujungnya runcing, yang justru membuat lembu itu makin menderita, dan menambah kesukaran dan kerugian bagi si lembu itu sendiri.

Sudah pasti pemilik lembu itu sengaja melakukan tusukan dengan ujung tongkatnya yang tajam itu, sehingga terasa seperti sengatan dan menimbulkan rasa sakit kepada si lembu. Kadang hanya memukul dengan menggunakan tongkat saja atau bersifat gertakan saja seakan-akan menusuk atau memukul. Namun jika si lembu yang justru sengaja menendang ke galah rangsang (tongkat ujung tajam) maka jelas ini menambah kesukaran, penderitaan dan rasa sakit bagi si lembu itu sendiri. Satu-satunya pilihan bagi si lembu adalah lebih baik menurut saja kepada si pemilik sapi dan tidak keluar jalur.

Biasanya pemilik lembu memegang tongkat itu dan akan melakukan tusukan (atau sekedar sengatan) dengan ujungnya tajam itu, sehingga menimbulkan rasa sakit kepada si lembu, supaya lembu itu mengikuti arahan atau jalur yang diinginkan oleh pemiliknya.

Maksudnya di sini adalah bahwa merupakan hal yang mendatangkan kesukaran, penderitaan, kerugian, dan kesi-siaan bagi diri lembu itu sendiri bila melawan arahan pemiliknya dengan cara keluar jalur.

Jadi kata-kata “Menendang Ke Galah Rangsang” kepada Saulus, berarti Saulus sedang melawan yang ilahi atau melawan Tuhan. Hal senada dengan Alkitab BIS yang mengatakan: Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menentang Dia yang berkuasa atasmu. (Kis 26:14)

Jadi maksud kalimat Tuhan Yesus “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang” kepada Saulus ini adalah: bahwa Saulus mengalami kesukaran, penderitaan, kerugian, dan kesi-siaan bagi diri sendiri karena ia sedang melawan kehendak Tuhan. Satu-satunya pilihan bagi Saulus adalah lebih baik menurut saja kepada arahan dan tuntunan dari Tuhan yang berkuasa atas hidupnya.

Menariknya, dengan menggunakan kata-kata “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang”, itu berarti Tuhan Yesus sedang menunjukkan posisi Saulus saat itu bagaikan seekor lembu yang menendang galah rangsang, yang mendatangkan kesukaran, kerugian, dan kesia-siaan bagi diri sendiri, karena melawan Tuhan dan tidak mau mengikuti arahan Tuhan sebagai Pemiliknya. Dengan demikian bisa diartikan bahwa pada saat kata-kata ini diucapkan, Tuhan sebagai Pemilik Saulus sedang mengarahkan Saulus ke jalur yang dikehendaki Tuhan.

Saulus Sebelum “Menendang Galah Rangsang”

Saulus sebelum menjadi seperti lembu yang “menendang ke galah rangsang”, ia pernah mendapat tuntunan Sang Pemilik untuk berada pada jalur yang benar.

Saulus mendengarkan tuntunan Tuhan untuk berada pada jalur yang benar melalui khotbah Stefanus dan perkataan-perkataan terakhir dari Stefanus sebelum mati dibunuh. Itu berarti, Saulus pernah mendengar pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Bahkan bisa saja ia juga mendengar khotbah Petrus, karena jarak waktu khotbah Petrus dan khotbah Stefanus hanya ±1-2 tahun. Itu berarti bisa saja Saulus pernah mendengar dan melihat tanda dan mujizat di masa sesudah Petrus berkhotbah dan membaptis 3000 jiwa.

Saulus menolak berita Injil yang ia dengar pada waktu itu. Saulus lebih percaya bahwa kebenaran Allah didapat dan diusahakan dengan cara melakukan hukum taurat. Saulus menolak berita Injil bahwa oleh kasih karunia Allah, semua orang percaya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus.

Saulus menjadi seperti lembu yang menolak berada di jalur yang diinginkan Sang Pemilik. Ia sedang “menendang ke galah rangsang”.

Saulus Yang Sedang “Menendang Ke Galah Rangsang"

Saulus “menendang ke galah rangsang” berarti sama dengan Saulus sedang melawan kehendak Tuhan. Tindakannya yang menganiaya orang Kristen dan menjadi musuh Injil justru menempatkan dirinya seperti lembu yang menendang tongkat galah rangsang, di hadapan Tuhan. Ini jelas melawan Tuhan.

Saulus turut bertanggung jawab atas pembunuhan Stefanus martir Kristen pertama, Kis 7:57-58, 8:1.
Persetujuan Saulus atas kematian Stefanus, menandai dimulainya penganiayaan yang hebat terhadap pengikut Kristus, Kis 8:1b . Tokoh yang menggerakkan penganiayaan ini ialah Saulus. Kis 9:1-2 mengatakan betapa hati Saulus berkobar-kobar untuk menganiya jemaat Tuhan. Para orang Kristen dikejar, ditawan bahkan dibunuh dengan cara yang keji karena dianggap penganut aliran sesat. Upaya Saulus untuk menghabisi pengikut-pengikut Yesus tidak dapat dihentikan lagi. Ia sudah mendapatkan surat sakti dari majelis-majelis Yahudi yang memperlicin jalan untuk mencapai maksudnya itu. Lihat juga dalam Gal 1:13,23; 1Kor 15:9; Flp 3:6.
http://oldpathsbaptistchurch.com/wp-content/uploads/2016/06/2016-06-03-450x450.jpg
Sesudah bertobat, ia sendiri menggambarkan tindakannya yang melawan Kekristenan ini dengan berkata: “Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota- kota asing.” (Kis 26:10,11).

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Dan dalam penampakan itu, Tuhan Yesus memperjelas bahwa tindakan Saulus yang menganiaya pengikut Kristus itu merupakan tindakan yang menganiaya Tuhan itu sendiri. Saulus yang menganiaya orang Kristen, berarti dia menganiaya Kristus. Saat itu, ia mendengar Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" (Kis 9:4). Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berbicara kepadanya, termasuk kalimat “sukar bagimu menendang ke galah rangsang”.

Jadi semua tindakan Saulus yang menganiaya pengikut Kristus merupakan tindakan bertentangan dengan kehendak Tuhan, atau tindakan yang melawan Tuhan.

Kesukaran Yang Dialami Saulus Karena “Menendang Ke Galah Rangsang”

Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang”. Jadi karena memang Saulus sedang “menendang ke galah rangsang”, maka menjadi suatu pertanyaan: kesukaran apa yang sedang dialaminya karena “menendang ke galah rangsang”?

Sikap Saulus yang menolak Injil justru mendatangkan penderitaan, kesukaran, kerugian dan kesia-siaan bagi kehidupannya sendiri.

Pada waktu itu, Saulus menjadi buta. Ia tidak dapat melihat dan harus dituntun berjalan. Ini kesukaran yang terlihat secara fisik saja. Namun kesukaran dan penderitaan Saulus karena “menendang ke galah rangsang”, lebih kepada hal rohani dan berkaitan dengan kekekalan.

Saulus, seorang yang taat kepada hukum taurat dan dia merasa bahwa apa yang dia lakukan itu benar dan percaya bahwa ia sedang berbakti kepada Allahnya. Namun sesungguhnya Saulus telah kehilangan kemuliaan Allah, dan menjalani hidup penuh kejahatan dan kebrutalan. Tidak ada kasih dalam hidupnya. Ia dipenuhi dengan kebencian yang mendalam. Saulus sendiri mengatakan tentang hidupnya yang lama itu adalah hidup yang mati karena penuh kedurhakaan, tunduk pada keinginan daging dan pikiran yang jahat, hidup dibawah murka Allah. (Belakangan Saulus mengakui bahwa semua yang ada padanya dan yang dia banggakan sebelum mengenal Kristus, adalah suatu kerugian dan kesia-siaan belaka.)

Pada saat yang sama, Tuhan telah menawarkan kesempatan untuk hidup dibawah kasih karunia Tuhan kepada Saulus, melalui khotbah Petrus dan Stefanus di masa itu. Namun Saulus menolak. dan menolak dan mengabaikan tawaran hidup yang kekal dari Allah. Ini sungguh kerugian dan penderitaan yang sangat besar. Ia menyangkali dirinya membutuhkan Juruselamat. Ia ingin melakukan yang baik tetapi justru yang jahatlah yang dia lakukan. Ia menutupi kekosongan dalam hati dan hidupnya itu dengan cara melakukan pembunuhan terhadap orang Kristen, dengan harapan tindakan ini membenarkan hidupnya yang penuh dosa dan kejahatan dihadapan Tuhan. Sungguh hidup yang malang.

Itulah penderitaan paling mendasar dari Saulus yang “menendang ke galah rangsang”.

Dari “Penendang Galah Rangsang” Menjadi “Tawanan Roh Kudus”

Saulus bertobat. Ia memutuskan untuk tidak “menendang Galah Rangsang” lagi. Ia memutuskan menerima Yesus dalam hidupnya dan menyerahkan hidupnya kepada Sang Pemilik Kehidupannya.

Dalam perjumpaan dengan Yesus di perjalanan ke Damsyik, Saulus merespon panggilan Tuhan Yesus.

Perhatikan, bahwa setelah mendengar perkataan Yesus "Akulah Yesus yang kauaniaya itu”, Saulus langsung memutuskan untuk berada di jalurNya. Menariknya, dalam terjemahan NKJV dan Amp, Saulus langsung menanyakan apa kehendak / kerinduan Tuhan Yesus untuk hidupnya. “Lord, what do You want me to do?” (NKJV). “Lord, what do You desire me to do?” (Amp).

Kelak, ia bersaksi bahwa dari sejak perjumpaan dengan Kristus di perjalanan ke Damsyik, ia tidak pernah tidak taat melakukan kehendak / kerinduan Tuhan.

Di sini kita seharusnya dapat melihat dan memahami betapa besar kasih Allah bagi manusia. Ternyata Tuhan mengasihi Saulus yang sekalipun brutal, penuh kebencian, dan pembunuh orang Kristen. Bahkan kepada Ananias, Tuhan Yesus mengatakan bahwa sebenarnya Ia telah merancangkan kebaikan bagi Saulus dan menjadikan Saulus sebagai pemberita Injil bagi banyak orang.

Berkali-kali Saulus menceritakan masa lalunya tanpa malu dan bagaimana ia ditangkap Tuhan. Dan dalam setiap suratnya, Saulus berkali-kali mengulang tentang kasih karunia Tuhan buat hidupnya. Ia sungguh bersyukur atas kasih karunia Tuhan Yesus sehingga menyelamatkan hidupnya dan memilih hidupnya untuk memenangkan banyak orang. Ia tidak pernah undur dari Tuhan dan panggilan Tuhan atas hidupnya, sekalipun ia banyak mengalami kesukaran dan penderitaan sejak peristiwa perjumpaan itu. Pada satu suratnya, ia mengatakan bahwa hidupnya bagi Kristus dan mati adalah keuntungan. Dan juga, bahwa segala segala sesuatu yang dulu ia anggap keuntungan, sekarang dianggap rugi karena Kristus. Pengenalan akan Kristus lebih mulia dari pada segalanya.

Sebenarnya sesudah ia bertobat, Saulus mengalami banyak kesukaran dan penderitaan karena memberitakan Injil. Namun ia justru bersyukur karena baginya Yesus adalah segalanya dalam hidupnya. Semua kesukaran dan penderitaan yang ia alami tidak sebanding dengan kasih karunia dan kemuliaan Allah yang dimilikinya di dalam Kristus. Untuk hidupnya yang baru di dalam Kristus ini, Saulus bahkan rela mati untuk itu.

Tuhan memakai Paulus dengan luar biasa. Ia melakukan banyak kali perjalanan misi. Ia membuka banyak gereja. Ia melatih banyak orang untuk melayani. Ia memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan. Ia menulis 13 kitab perjanjian baru.

Pada akhir hidupnya, dengan penuh keyakinan berkata bahwa ia mengakhiri pertandingan imannya dengan baik. Ia berada pada jalur kehendak Tuhan.

Dari “Penendang galah rangsang” menjadi tawanan Roh. Dari Pembunuh menjadi Rasul. Dari pelaku hukum taurat menjadi pemberita Injil. Dari hidup yang brutal menjadi hidup penuh kasih.

Haleluyah...!

Kamis, 29 September 2016

Semua Orang On-Fire dan Berdiri Terus Selama Pastor Ini Berkhotbah

Pastor John Gray berkhotbah penuh semangat dan menginspirasi banyak orang. Nonton Video ini dan lihat sendiri semua orang on-fire dan berdiri terus selama Pastor John Gray ini berkhotbah. Luar biasa!

Pastor John Gray (Lakewood Church, Houston, TX) preaching at Habitation 2016 (Deeper Fellowship Church, Orlando, FL) hosted by Pastor William McDowell.

Minggu, 04 September 2016

4 Hal Tentang Pengampunan Tuhan Menurut Kolose3:13b (BIS)

Dalam Kolose 3:13b (BIS), dikatakan:
"Tuhan dengan senang hati mengampuni kalian, jadi kalian pun harus mau mengampuni satu sama lain".

Dari ayat ini kita belajar beberapa hal:

1. Pengampunan Tuhan itu lahir dari kasih-Nya kepada kita.

Perhatikan, Tuhan tidak terpaksa mengampuni kita, justru Ia senang sekali untuk mengampuni kita. Mengapa Tuhan senang hati mengampuni kita? Itu karena Pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita itu lahir dari kasihNya kepada kita.

2. Pengampunan Tuhan itu sudah diberikan kepada kita.

Luar biasa! Tuhan sudah mengampuni kita. Pengampunan sudah diberikan kepada kita sekalipun kita masih berdosa. Pada saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka kita percaya bahwa pada saat Yesus mati di salib maka segala dosa kita sudah dihapuskan dan kita telah beroleh pengampunan dosa. Manusia lama kita yang penuh dosa, telah mati dan saat ini kita adalah ciptaan yang baru.

3. Pengampunan Tuhan itu menjadi dasar bagi kita untuk mengasihi dan mengampuni orang lain.

Jadi, karena Tuhan sudah lebih dulu mengasihi dan mengampuni kita maka kita bisa mengasihi dan mengampuni orang lain. Kita telah menerima kasih dan pengampunan Tuhan, maka kita dapat mengasihi dan mengampuni orang lain. Sebaliknya jika seseorang tidak percaya telah menerima kasih dan pengampunan Tuhan, maka ia pun tidak merasa harus untuk mengasihi dan mengampuni orang lain.
Orang yang percaya bahwa dia telah banyak menerima kasih dan pengampunan Tuhan, maka ia akan banyak memberikan kasih dan pengampunan kepada orang lain. 

4. Pengampunan Tuhan merupakan pengajaran yang mendewasakan.

Jadi supaya jemaat Tuhan mengasihi dan mengampuni orang lain, seharusnya mimbar gereja kita dipenuhi pengajaran tentang kasih dan pengampunan Tuhan. Arahkan jemaat kepada kasih Tuhan yang besar, maka jemaat akan dipenuhi kasih kepada sesama. Kedewasaan jemaat dalam kasih kepada sesama, karena adanya pengajaran tentang kasih dan pengampunan yang telah Tuhan berikan. 

Jadi, memang Tuhan senang menyatakan kasihNya kepada kita dan telah melakukannya untuk kita sehingga kita bisa mengasihi dan mengampuni orang lain dan ini mendewasakan kita di hadapan Tuhan.
Video

Videos