Hot!

Other News

More news for your entertainment

Cara Jitu Membabat Komentar Spam Tanpa Mengorbankan Komentar Pengunjung Yang Baik

Kali ini saya akan membahas tentang Cara Jitu Membabat Komentar Spam Tanpa Mengorbankan Komentar Pengunjung Yang Baik.

Komentar spam memang bikin jengkel dan emosi, apalagi kalo spammer ninggalin link hidup di komentar blog.

Hanya saja kalo kita babat spam tetapi jangan juga mengorbankan pengunjung yang memang mendapat manfaat dari artikel kita, dan pengunjung itu pengen sampaikan pemikirannya di komentar blog.

Nah berikut ini Cara Jitu Membabat Komentar Spam Tanpa Mengorbankan Komentar Pengunjung Yang Baik

1. Simpan kode berikut ini di atas kode ]]</b:skin> atau </style> :

#comments p a {display:none;}

2. Simpan kode berikut ini di atas kode </head> :

<script type='text/javascript'>
jQuery(document).ready(function(){
 jQuery("#comments p").find("a").replaceWith("<mark>Spam Detected!</mark> Link aktif otomatis terhapus!!!");
});
</script>

3. Pastikan ada kode jQuery ini di template anda..
<script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/2.0.3/jquery.min.js"></script>
<script src="http://code.jquery.com/jquery-migrate-1.2.1.min.js"></script>

Jika belum ada, pasang kode jQuery terbaru itu di atas kode

4. Save template!


Itulah Cara Jitu Membabat Komentar Spam Tanpa Mengorbankan Komentar Pengunjung Yang Baik.

Kuasa Kepercayaan Yang Benar: Menghasilkan Hidup Yang Benar

Kuasa Kepercayaan Yang Benar: Menghasilkan Hidup Yang Benar.



Filipi 3:4-16.

Paulus menceritakan bahwa dulunya hidup berdasarkan kepercayaan yang salah. Ia hidup berdasarkan kebenaran melakukan hukum Taurat. Bahkan menganiaya dan membunuh orang Kristen, dianggapnya sebagai ketaatan kepada Allah. 

Namun Paulus kini hidup oleh karena kasih karunia Tuhan. Ia bukan hanya menganggap hidupnya yang lama sebagai kerugian tetapi juga sebagai sampah. Ia percaya kasih karunia Tuhan, pengenalan yang benar akan Tuhan, dan persekutuan dengan Kristus, merupakan segalanya dan mulia dalam hidupnya. 
Paulus memiliki kepercayaan yang benar dan ia rela mati untuk itu. 

Hidup kita ini merupakan hasil dari kepercayaan kita. Kepercayaan yang benar ataupun salah, sama-sama berkuasa dalam hidup kita. 

Namun, kepercayaan yang benar itu berkuasa untuk: Menghasilkan hidup yang benar. 

Kinerja kita sebagai  suami, isteri, orang tua, anak, karyawan, wiraswasta, pun sebagai anak Tuhan, adalah hasil dari kepercayaan yang benar bahwa kita telah dibenarkan oleh kasih karunia Tuhan.

Mengapa orang menipu, iri hati, bergosip, merancangkan yang jahat, mencelakai orang, menghina, memaki, dsb? 
Mengapa ada orang terlihat rohani tetapi mengatakan yang buruk dan tidak benar tentang orang lain?
Mengapa orang tidak mau mengampuni? Dsb. 

Salahnya bukan di cara atau tindakan orang tersebut, tetapi sebenarnya salahnya ada di dalam kepercayaannya. 

Orang menipu itu karena tidak percaya pada pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.
Orang melukai orang lain dengan kata-kata kasar itu karena tidak percaya pada kasih sayang Tuhan.
Orang penuh kebencian dan tidak mau mengampuni, itu karena ia tidak percaya pada kasih dan kemurahan Tuhan. 

Hidup oleh karena kasih karunia Tuhan lah yang menjadi dasar bagi kita untuk mengampuni orang lain, mengasihi orang, memberi bagi pekerjaan Tuhan, melayani Tuhan, rajin beribadah, setia pada pasangan, bertindak benar di hadapan Tuhan, dsb. 

Orang tidak hidup benar karena kepercayaannya yang salah.
Orang hidup benar karena kepercayaannya yang benar. 

Percayalah yang benar maka kita akan hidup yang benar.
Percaya yang salah maka kita akan hidup yang salah. 

Kesimpulan:
Kepercayaan kita yang benar, yaitu pada kasih karunia Tuhan, menghasilkan hidup yang benar.


Perkatakan:
"Dalam nama Yesus, aku percaya kasih karunia Tuhan melimpah-limpah dalam hidupku. Kasih karunia Tuhan menjadikan hidupku dibenarkan dan berbuat benar dihadapan Tuhan."
Tuhan memberkati.

Inti 2 Pertanyaan Pertobatan Paulus: Pengenalan Akan Tuhan dan Tujuan Tuhan


Saulus menanyakan 2 pertanyaan penting pada saat pertobatannya. Kedua pertanyaannya itu yang membuat Saulus rela mati demi Tuhan dan demi kerinduan Tuhan buat hidupnya.

Kisah Para Rasul 9:5-6 MILT:
Dan dia berkata, "Siapakah Engkau, Tuhan?" Dan Tuhan berkata, "Akulah Yesus yang sedang engkau aniaya; sukar bagimu menendang ke tongkat runcing!" Lalu, dengan gemetar dan heran, dia berkata, "Ya Tuhan, Engkau ingin aku melakukan apa?" Dan Tuhan berkata kepadanya, "Bangunlah dan masuklah ke dalam kota, dan akan diberitahukan kepadamu, apa yang seharusnya engkau lakukan."

Tuhan Yesus penuh kasih karunia kepada semua orang, termasuk Saulus (Paulus). Tuhan mengasihi Saulus, padahal Saulus bagaikan monster ganas yang memasuki rumah demi rumah, menyeret orang-orang percaya Tuhan, dan memenjarakan mereka (Kis. 8:3), bahkan dengan semangat berkobar-kobar serta didukung oleh surat kuasa dari Imam Besar, ia pergi menangkap dan membunuh setiap orang yang mengikuti Jalan Tuhan (Kis. 9:1, 2). 

Sungguh Saulus seorang yang ganas dan mengerikan, tetapi kasih karunia Tuhan mengalir buat hidupnya. Tuhan mengasihi Saulus dan merencanakan yang terbaik buat hidupnya. Kasih karunia Tuhan lah yang mengubah Saulus. 

Pada perjumpaan pertama itu, Saulus mengajukan 2 pertanyaan penting hidupnya kepada Tuhan Yesus: 

1. Siapa Engkau Tuhan?  
Ini tentang pengenalan yang benar akan Tuhan. 

2. Ya Tuhan, Engkau ingin aku melakukan apa? 
 (Lord, what do You DESIRE me to do? - Amplified). Ini tentang panggilan ataupun visi Tuhan. 

Perjumpaan Saulus dengan Tuhan Yesus yang penuh kasih karunia itu mendorong Saulus untuk:
1. Mengenal siapa Tuhan yang sesungguhnya, dan
2. Melakukan apa kerinduan Tuhan buat hidupnya.

Sejak itu, Saulus bahkan rela mati demi Tuhannya dan demi kerinduan Tuhan buat hidupnya. 

Ia menjadi pribadi yang baik, lembut, penuh kasih, dan mengajarkan kasih Tuhan kepada semua orang. 

Kelak, Saulus bersaksi bahwa sejak saat perjumpaan pertama itu, tidak pernah ia tidak taat terhadap Tuhan dan kerinduan Tuhan itu. 

Jadi, kasih karunia Tuhan lah yang mengubah hidup kita dan menuntun kita kepada 2 hal ini: 

1. Pengenalan Yang Benar Akan Tuhan:
Mengalami pribadi Tuhan yang sesungguhnya, melalui pertanyaan: Siapa Engkau Tuhan? 

2. Visi/Tujuan Tuhan: 
Melakukan apa kerinduan Tuhan buat hidup kita, melalui pertanyaan: Ya Tuhan, Engkau ingin aku melakukan apa?

Tuhan memberkati!

3 Pelajaran Dari Mazmur Orang Gila (Mazmur 34)

Mazmur 34 itu dibuat Daud pada saat "menjadi orang gila". 

Pikiran Daud sangat terganggu dan menjadi sangat takut karena perkataan orang dan bertindak seakan orang gila, yang garuk-garuk pintu kota dan janggutnya belepotan air liur, 1 Sam 21:12-15.
Dalam keadaan itu, ternyata Daud memandang kepada kasih karunia dan kebaikan Tuhan, dan ia menyanyikan itu pada saat "sedang gila".

Berikut nyanyian awal dari mazmur orang gila ini, menurut Mazmur 34:1-5 FAYH:
"Aku akan memuji TUHAN, apa pun yang terjadi. Aku akan selalu berbicara mengenai kemuliaan dan kasih karunia-Nya. Aku akan bermegah atas segala kebaikan hati-Nya kepadaku. Orang-orang yang berputus asa hendaknya berbesar hati. Marilah kita bersama-sama memuji TUHAN dan membesarkan nama-Nya! Karena aku berseru kepada-Nya dan Ia mendengar aku. Dibebaskan-Nya aku dari segala ketakutanku. Orang-orang lain juga berseri-seri wajahnya karena apa yang telah dilakukan TUHAN bagi mereka. Wajah mereka bukanlah wajah yang suram karena ditolak."

Pun kalo tidak gila, tetap akan dianggap gila karena Daud memperkatakan bahwa Tuhan berpihak kepada orang yang lemah menurut pandangan dunia. Mereka yang rendah hati (ayat 3), tertindas (ayat 7), yang menjaga dirinya dari kejahatan (ayat 14-15), benar (ayat 16-18), patah hati dan malang (ayat 19-21). 

Tidak mudah berpura-pura gila, belepotan air liur, dan bermazmur tentang kebaikan Tuhan. Itu sebabnya, karena tidak sesuai dengan pandangan dunia, tidak heran Daud akhirnya diusir dan itu menjadi kelepasannya.

Ada 3 hal yang kita bisa belajar dari kasus hidup Daud ini.

1. Perkataan dari Tuhan selalu berkuasa. Tapi perkataan manusia kadang melemahkan dan menakutkan.

2. Apapun yang terjadi, perkatakan kebaikan dan kasih karunia Tuhan ada dalam hidup kita.

3. Tetap percaya pada perlindungan Tuhan bagi hidup kita.

Kelak Daud memuji Tuhan "lebih gila" lagi pada saat ia membawa Tabut Tuhan ke Yerusalem.

Tuhan memberkati.

3 Alasan Melakukan Perbuatan Baik


3 Alasan Melakukan Perbuatan Baik

Berikut ini adalah 3 alasan kita berbuat baik kepada orang lain. 

Ilustrasi: Jagung yang Baik


"Jagung yang Baik".

Seorang wartawan mewawancari seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.

Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.

"Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?" tanya sang wartawan.

"Tak tahukah anda?" jawab petani itu. "Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula."

Alkitab mengatakan:

"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Kis 20:35

"Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga" (2 Korintus 9:6).

(Sumber: Anonim)

Tuhan memberkati!